Membiasakan dan Mencontohkan adalah Kunci dalam Mendidik Anak

Kali ini saya mau sharing tentang “Membiasakan dan Mencontohkan” adalah kunci dalam mendidik anak.

Banyak yang bilang, “Ih betah ya nusaibah pake jilbab, gak minta buka jilbab. Ih, pande ya Nusaibah bisa pake jilbab sendiri. Ih cantik ya nusaibah kalo pake jilbab.” dll.

Bunda, sampai saat ini, sebenarnya masih banyak anak yang jauh lebih pintar dan solehah dr Nusaibah. Dan itu semua Allah lah yang berkuasa dan berkehendak.

Menanamkan akidah anak tidak semudah yang kita lihat. Lihat anak yang hafal quran, kita komen, ih pande ya anaknya, bisa hapal quran. Lihat anak nutup aurat, kita juga bilang, ih pinter ya anaknya.

Itu semua bukan hal yang mudah dan tentunya tak semudah yang kita pikirkan. Ada perjuangan dan pengorbanan orang tua yang luar biasa dibalik kebiasaan anak.

Contohnya saja, Nusaibah. Sejak lahir saya selalu berusaha memakaikan jilbab ketika ingin bepergian. Panas? Tentu saja! Gerah? Pasti. Mengapa saya katakan pasti? Ya iyalah, mana sih yang lebih sejuk, pakai baju panjang dan jilbab, atau pakai baju pendek dan tidak pakai jilbab? Jawabannya tentu saja yang tak memakai hijab ya bun.

Nah, sudah tau panas, kenapa tetap dipakaikan? Dia kan masih bayi? Kasihan kan? Bla bla bla. Banyak komentar mengenai hal ini.

Jawaban saya cuma 1 bun, “Ini anak saya, saya tau kapan saya membiarkannya tidak memakai hijab dan kapan saya harus membiasakannya menggunakan hijab”.

Nusaibah harus tau, bahwa konsekuensi sebagai anak perempuan adalah merasakan kegerahan dengan hijabnya. Dan Nusaibah pun harus tau bahwa gerah yang ia rasakan adalah kegerahan duniawi sementara. Ada sejuta kenikmatan setelah ia paham dengan hikmah dibalik hijabnya.

Bunda, ketika terbiasa, yakinlah anak kita akan tidak peduli akan peluh di sekujur tubuhnya. Yang ia tau hanya kewajibannya menutup aurat. Tidak ada kompromi.

Memang, anak kecil tentunya tidak sepenuhnya terus menerus menutup aurat. Nusaibah juga tidak selalu memakai hijab ketika diluar rumah atau dalam postingan sosial media saya. (Doakan semoga kedepan saya bisa istiqomah dalam memakaikan hijab kepada nusaibah).

Namun kebiasaan ini haruslah tetap kita tanamkan. Setidaknya, mari ajarkan anak memakai hijab ketika keluar rumah.

Ketika keluar ingin ke minimarket, jalan-jalan sore, atau bepergian jauh, biasakan memakaikan jilbab kepada anak. Hingga suatu saat, dalam benaknya yang terpikir adalah, “aku harus pakai jilbab dulu baru pergi keluar rumah”. Dan Alhamdulillah nusaibah (1.6 tahun) sudah terbiasa mengambil jilbab sebelum keluar rumah. Bahkan, ketika saya menyapu, atau setiap membuka pintu rumah, Nusaibah pun ikut meminta pakai jilbab dikarenakan ia melihat saya memakai jilbab.
Setiap mendengar azan, ia mengambil mukena/jilbab dan meminta sajadah untuk menunaikan solat. MasyaAllah, Allah lah yang Maha pemberi ilmu kepada semua makhlukNya.

Bukan karena saya, namun karena kuasa Allah lah saya dan khususnya kita semua para ibu diberikan kekuatan dalam menanamkan pendidikan yang baik untuk anak-anak kita.

Intinya, kita adalah contoh bagi anak-anak kita. Anak akan melakukan apa yang kita contohkan, anak akan membiasakan dirinya melakukan apa yang menjadi kebiasaan bundanya.

Hingga saat ini, sebagai seorang ibu saya juga terus belajar dan memohon hidayah dari Allah. Semoga Allah terus berikan kekuatan untuk terus bisa mendidik anak-anak saya dengan baik. Sebab, anak yang solih dan solihah akan lahir dari orang tua yang solih dan solihah juga.

Semangat buat para orang tua,Semoga Allah selalu membimbing kita. Aamiin.

 

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *