Hukum Mengemis dalam Islam

  1. MENGEMIS DALAM ISLAM
    Kompleksnya masalah dan dampak yang ditimbulkan dari pengemis, membuat pemerintah Negara Republik Indonesia harus membuat beragam peraturan untuk menangani hal ini. Islam sebagai agama yang kompleks memadang keberadaan pengemis dengan cara tersendiri. Lalu, bagaimana sebenarnya Islam memandang pengemis? Kali ini LPM Dinamika mengajak seorang ustadz sekaligus dosen Fakultas Tarbiyah IAIN SU, Ustadz ZulFahmi untuk mendiskusikan mengenai hal ini.
    Menurut Ustadz, Bagaimana Islam Memandang Pengemis?
    Islam tidak menghalalkan adanya meminta minta, artinya meminta-minta adalah pekerjaan yang haram yang akibatnya berdosa jika mengerjakannya. Terkecuali dengan 3 kondisi;
    – Fakir yang sangat,
    Fakir yang yang dimaksud disini berarti kekurangan yang sudah parah, sehingga tidak ada biaya untuk makan, minum, maupun tempat tinggal.
    – Hutang yang melilit
    Banyaknya hutang yang mana seseorang sudah tidak sanggup lagi membayarnya.
    – Musibah dan bencana
    Musibah ataupun bencana yang menimpa seseorang hingga ia tidak mempunyai sesuatu apapun.
    Selain tiga hal itu, seseorang tidak diperbolehkan untuk meminta-minta. Apalagi berbohong demi mendapatkan hasil dari meminta-minta. Dosanya sudah berlipat ganda. Dalam Islam, barang siapa yang minta-minta berarti ia meminta kepada Allah untuk menjadi miskin atau menutup pintu rezekinya.
    Lalu, Apa solusi dari agama Islam untuk para pengemis menurut Ustadz?
    Ada 2 hal, yaitu; zakat dan ilmu.
    Kefakiran dituntaskan dengan zakat. Zakat disini bukan berarti semerta-merta memberikan uang kepada pengemis setiap bulan. Islam tidak mengajarkan seperti itu, itu hanya akan menimbulkan kemalasan. Namun dengan cara memberikan modal usaha sampai ia mampu menghidupi dirinya sendiri. Setelah itu, barulah ia tidak perlu diberi zakat lagi. Hal inilah yang dipedomanai para sahabat Rasul dari Rasulullah SAW. Rasul tidak memberikan uang kepada peminta-minta tersebut, namun Rasul memberi pekerjaan untuk mencari dan menjual kayu bakar kepadanya. Hingga pada akhirnya peminta-minta tersebut bisa memenuhi kehidupan sehari-harinya. Jadi dengan hal itu ada pesan moral yang penting bahwa meminta minta itu tidak baik. Selanjutnya, lebih baik kita memberi pancing daripada ikan. Artinya kita jangan memberikan duit kepada peminta-minta. Kalau kita memberi uang, seumur hidupnya ia akan meminta-minta.
    Rasulullah bersabda: “Barang siapa yang ditimpa kesulitasn lalu ia mengadukan kepada manusia, maka tidak akan tertutup kefakirannya. Dan siapa yang mengadukan kesulitasnnya itu kepada Allah, maka Allah akan memberikannya salah satu diantara dua kecukupan: kematian yang cepat atau kecukupan yang cepat”
    Ilmu harus dikembangkan, karena dengan ilmu-lah pintu rezeki itu terbuka. “Siapa yang menghendaki dunia ia harus berilmu. Siapa menghendaki akhirat, ia juga harus berilmu. Dan siapa yang menghendaki dunia dan akhirat ia juga harus berilmu.”
    Pemerintah harus memberikan keterampilan kepada pengemis, sehingga tidak mereka tidak bergantung kepada dermawan. Pemerintah juga memberikan ilmu kepada pengemis dan membuka lapangan pekerjaan. Dalam agama Islam, yang mendustakan agama adalah orang yang tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Jadi solusinya adalah, memberikan pendidikan, memberikan alat untuk mencari.
    Jadi, Kita tidak boleh memberikan uang kepada pengemis ya Ustadz?
    Sekali atau dua kali memberikan uang bisalah, tapi kalau selalu memberikan uang itu membuat pengemis ketagihan. Bagaimana kita mau mengangkat harkat dan martabat bangsa ini, kalau kita mendidik mereka dengan kemalasan.
    Kita mempunyai Badan Amil Zakat Infak dan Shodaqah (Bazis), kita harapkan kepada bazis untuk membuat pelatihan dan pengarahan bagaimana mencari duit. Misalnya ada yang bisa menjahit atau narik becak maka diberi mesin jahit atau becak. Pemulung juga bisa dibantu, yaitu dengan dibuatkan pabrik recycle.
    Himbauan Ustadz untuk Umat Muslim apa?
    Untuk ummat muslim dan para dermawan, gemarlah berzakat ke Bazis. Sedangkan untuk Bazis, lebih piawailah untuk mengelola dana zakat, berikanlah pelatihan untuk pengemis. Mari kita SALING bersinergi untuk memperhatikan sesama dan peduli sesama demi kemaslahatan umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *