Agar Hantaranmu Mudah, Kalian berdua harus Lakukan 2 Hal Ini..  

Biasanya, alasan utama yang membuat seorang pemuda belum berani menikah adalah “Besarnya biaya hantaran”. Di Indonesia, biasanya biaya hantaran ini mencakup biaya untuk membeli seserahan saat lamaran, biaya kebutuhan pengantin wanita, hingga biaya walimah/pesta di rumah perempuan.

Beruntunglah bagi pemuda yang sudah mapan ataupun pemuda yang memiliki keluarga yang berkecukupan, hingga tak sulit memikirkan bagaimana untuk menikahi seorang gadis. Namun, bagi pemuda yang belum mapan, mungkin ini adalah alasan utama yang menyebabkan ia tidak berani untuk melangkah melamar seorang wanita.

Pemuda, ingatlah, menikah akan memapankanmu, hal ini sudah saya tuliskan disini. Dan pada hakikatnya, rukun menikah hanya 5, yakni:

  1. Pengantin lelaki (Suami)
  2. Pengantin perempuan (Isteri)
  3. Wali
  4. Dua orang saksi lelaki
  5. Ijab dan kabul (akad nikah)

Sedangkan hukum walimah adalah sunnah menurut jumhur ulama. Sebagian ulama mewajibkan walimah karena adanya perintah Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam dan wajibnya memenuhi undangan walimah.

“Adakanlah walimah walaupun hanya dengan menyembelih seekor kambing” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tujuan walimah adalah mengabarkan kepada masyarakat agar mereka mengetahui pernikahan yang berlangsung sehingga tidak menimbulkan fitnah di kemudian hari terhadap dua orang yang menikah tersebut.

Sekarang ini, walimah telah menjadi trend. Tidak sedikit yang membuat walimah menjadi ajang bermewah mewahan. Hal inilah yang menyebabkan tingginya tuntutan para calon mertua kepada calon menantu atas biaya hantaran.

 Untuk yang tidak mempunyai banyak biaya hantaran, kamu harus melakukan hal ini;

  1. Berbicara dan Bernegolah kepada Calon Istri. (DILAKUKAN OLEH CALON PENGANTIN LELAKI

Sebelum memutuskan untuk datang ke rumah keluarga calon istri, usahakan anda telah berkomunikasi dengan calon istri. Tanyalah bagaimana tradisi pernikahan di rumahnya. Berapa biaya hantaran yang diinginkan orang tuanya. Jika permintaan orang tuanya tidak banyak dan kamu menyanggupi, silahkan datang.

Jika tidak, mintalah calon istri anda untuk berbicara ringan kepada orang tuanya. Contohnya begini;

Anak Perempuan  : Ayah, jikalau aku menikah, apa yang ayahanda inginkan dari pernikahanku?

Ayah : (Pastinya setiap orang tua menginginkan kebahagiaan anak perempuannya)

Anak Perempuan : Bagaimana kriteria lelaki yang ayah inginkan?

Ayah : (Pastinya yang bertanggung jawab dan bisa menjaga serta membimbing anak perempuannya menuju surga)

Anak Perempuan : Jika ada 2 orang yang datang melamarku, yang pertama dia solih namun sedikit materi, sedangkan yang kedua dia kaya tapi tidak bertanggung jawab, ayah pilih yang mana?

Ayah : (Pasti orang tua akan memilih orang yang pertama)

Anak Perempuan : Jika aku akan memilih orang yang solih, pasti ia akan membimbingku, menyayangiku, mendidikku, dan menghargaiku jika aku memilihnya kan yah? Walaupun ia sedikit materi, tapi pasti iya akan berusaha membahagiakan aku kan yah?

Ayah : Diam, dan meng-iyakan dalam hati.

Setelah berbicara seperti ini, barulah sang calon istri menyampaikan bahwasanya ada lelaki baik yang akan melamarnya. Jika sudah begini, orang tua tidak akan bisa menolak kondisi ekonomi calon menantu nya yang minim.

 

2. Ajak Ayahmu Berdiksusi untuk Sebuah Negoisasi. (DILAKUKAN OLEH CALON PENGANTIN PEREMPUAN 

Jangan biarkan ayahmu membatalkan pernikahanmu karena calon suamimu adalah seseorang yang belum mapan. Ingat, Menikah untuk Mapan. Bukan Mapan baru Menikah. Jika ada seorang lelaki solih yang datang melamarmu, tidak ada alasanmu untuk menolaknya. Sebab orang solih tau bagaimana dia akan memperlakukanmu sebagai istrinya.

Jika ayahmu tidak mengizinkan seorang pemuda yang belum mapan untuk menikahimu. Kamu jangan diam begitu saja. Beri pengertian kepada orang tuamu bahwa alasan utama memilih suami adalah karena agamanya.

Jika orang tuamu akan mengatakan “Kamu pikir hidup bisa hanya karena dia baik atau hanya dengan cinta?” Jawablah “Allah tidak akan pernah membiarkan kami jika kami selalu beribadah, berzikir, dan meminta pertolonganNya. Kami yakin pasti rezeki kami ada. Bahkan pepohonan dan binatang didalam pohon saja ada rezekinya, ayah.”

Jika orang tuamu mengatakan “Kamu ayah kuliahkan tinggi-tinggi, masa’ kamu cuka dilamar rendah?” Jawablah “Astaghfirullah ayah, apa ayah ingin menjualku? Apa ayah menguliahkanku hanya untuk nantinya menikahkanku dengan lelaki yang bisa membayarku dengan mahal? Aku kuliah untuk belajar yah, untuk meningkatkan derajat kita. Karena hakikat kita, belajar dari kecil hingga kita mati. Tidak akan rendah derajat kita yang seorang sarjana atau seorang magister maupun profesor jika kita dilamar dengan lamaran yang rendah.”

Jika orang tuamu tidak juga memberikan izin, doakanlah orang tuamu agar diberikan hidayah oleh Allah. Sebab, orang tua kita juga hanyalah manusia yang tidak selalu benar dan mempunyai hawa nafsu. Memang benar, kita harus nurut omongan orang tua, tapi jika omongan mereka benar. Jika mereka kurang tepat, tak ada salahnya jika kita mengingatkan mereka tentang sebuah kebenaran.

Menikah adalah ibadah yang mulia. Bicarakan semuanya dengan orang tua secara baik baik. Jangan pernah bernada tinggi, dan tunjukkan rasa hormat dan sayang kita kepada mereka. Setiap negoisasi yang kalian lakukan, lakukanlah dengan tujuan untuk mencapai kemufakatan yang baik. Agar tidak ada kekecewaan nantinya.

Catatan Penting :

Untukmu pemuda, walalupun agama adalah alasan utama seseorang memilihmu, bukan berarti engkau tidak berusaha untuk memberikannya materi. Jika orang  tuanya memintamu mahar yang tinggi, USAHAKANLAH terlebih dahulu, jika engkau tak bisa, baru katakan enggau tak bisa. Jangan berputus asa dahulu. Karena hakikat mahar yang mulia adalah BUKAN mahar yang  MURAH. Tapi MAHAR yang Mudah. Ingatlah pemuda yang baik, akan memberikan mahar setinggi tingginya,  yang ia bisa.

 

Wahai perempuan solihah, jika calon suamimu adalah bukan orang yang mapan. Ingatlah, Wanita yang mulia adalah wanita yang mudah maharnya. Jika ayahmu meminta hantaran yang tinggi, sampaikan kepada calon suamimu. Jika ia tidak sanggup, mudahkanlah. Terimalah ia dengan kesolihannya dan kesanggupannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *